Hidup di Dunia Sebagai Musafir

Simak kutipan kajian berikut:

Unduh Audio

Dunia bukanlah segala-segalanya. Bukan pula tempat tinggal kita selamanya. Dunia hanyalah salah satu jenjang kehidupan untuk menuju jenjang berikutnya. Maka semestinya seorang mukmin bersikap layaknya musafir, yang sedang melakukan perjalanan menuju tempat yang dituju yaitu akhirat.

Hati yang Bersih

Simak kutipan audio:

 Unduh Audio

Wujudkan hati yang bersih, hati yang lurus, dan hati yang benar-benar untuk Allah. Kalau hati itu baik,  maka akan baik seluruh tubuh kita. Jika dia jelek, maka jelek juga seluruh tubuh kita. Maka hendaknya kita menjaga hati agar tetap murni, ikhlas untuk Allah Ta’ala. Karena amalan sebesar apa pun, kalau tidak dilakukan dengan ikhlas, tidak akan ada nilainya. Ingatlah kisah tentang orang yang berjihad fi sabilillah, yang niatannya ingin disebut pemberani, tidak ikhlas karena Allah, maka dia pun berakhir di neraka.

Maka keikhlasan adalah modal utama setiap hamba, yang bisa membersihkan dan memurnikan hati. Dengannya, akan mewujud qalbun salim, hati yang kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ikutilah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam

Simak kutipan audio:

Unduh Audio

Ikutilah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Jika kalian mengaku cinta kepada Allah, ikutilah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan sebab itulah Allah akan mencintai dan mengampuni dosa-dosa kalian.

Sayyidul Istighfar

Simak kutipan audio:

 Unduh Audio

Sayyidul istighfar

– Sayyidul Istighfar adalah istighfar yang didahului dengan sanjungan dan pujian kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.
– Memuji Allah adalah Rabb kita, yaitu yang mencipta, menghidupkan, mematikan, memberi rezeki, dan mengatur alam.
– Karena Allah adalah Rabb, maka Dia paling berhak diibadahi.
– Kita adalah hamba Allah, dan kita semua di atas perjanjian terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala.
– Aku berlindung dari kejelekan perbuatanku, aku mengakui nikmat-nikmat Allah yang banyak, dan aku mengakui banyak dosa, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tak ada yang bisa memberi ampun kecuali Engkau, ya Allah.
– Barang siapa membaca Sayyidul Istighfar pada
pagi hari kemudian mati pada hari itu, ia mati di atas fitrah. Barang siapa membacanya pada sore hari dan mati pada malam itu, ia mati di atas fitrah.

Menghormati dan Mendoakan Penguasa

Simak kutipan audio:

 Unduh Audio

Memuliakan pemerintah adalah ajaran luhur dalam Islam yang sering terabaikan. Padahal Islam menegaskan, siapa saja yang memuliakan pemerintah, membela bangsa dan negaranya semata-mata karena Allah, tidak ada tendensi atau kepentingan apa pun, bahkan mendoakan pemerintahnya, insya Allah mereka digolongkan di atas sunnah.
Fudhail bin Iyadh rahimahullah mengatakan, “Seandainya saya mempunyai doa yang pasti dikabulkan oleh Allah, niscaya saya panjatkan doa tersebut untuk penguasa saya.”
Ini menunjukkan kemuliaan sikap, yaitu lebih mementingkan kemaslahatan umum daripada kepentingan pribadinya. Sekiranya umat Islam memuliakan dan menghormati pemerintahnya, tidak menjelek-jelekkan penguasanya, niscaya kebaikan dan kemaslahatan yang luas akan melimpah di negeri ini.
Maka, sebelum kita mendoakan diri kita dan keluarga, kita sisipkan doa untuk pemerintah kita. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengokohkan mereka, memberikan kekuatan iman kepada penguasa kita, karena dengan baiknya pemerintah, masyarakat akan hidup dengan tenteram dan damai.
Rasulullah shallahu alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan menahan karena Allah, maka sungguh dia telah sempurna imannya.”
Balasan yang besar disediakan bagi mereka-mereka yang bisa menjaga hubungannya dengan sesamanya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Ikhlas itu Apa?

Simak kutipan audio:

 Unduh Audio

Yang dicari dan diharapkan dari segala bentuk amalan ibadah hanyalah ridha Allah subhanahu wa ta’ala, bukan hal lain. Shalatku, sembelihanku, ibadahku, hajiku, hidupku, dan matiku, hanya untuk Allah, Rabbul Alamin.

Untuk Apa Jin dan Manusia Diciptakan?

Simak kutipan audio:

 Unduh Audio

Eksistensi manusia di dunia bukan tanpa tujuan. Bukan pula untuk bersenang-senang lantas selesai begitu saja. Allah menciptakan manusia untuk sebuah tujuan yang agung: agar mereka beribadah hanya kepada-Nya.

 

Apa Mungkin Bela Islam Terwujud dengan Cara Mungkar?

Simak kutipan audio:

 Unduh Audio

Tidak mungkin terwujud bela Islam itu dengan cara-cara yang mungkar, atau dengan cara-cara menggembosi syariat, prinsip akidah dan ibadah.
Tidak mungkin berhasil membela Agama dengan cara-cara yg mungkar yang menyerupai cara-cara orang kafir (tasyabuh) seperti mengadakan aksi-aksi demonstrasi. Tidak mungkin agama ini terbela dengan cara-cara mungkar tersebut.

 

Syukuri Apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala Telah Berikan

Simak kutipan audio:

 Unduh Audio

Allah menguji manusia di dunia pada 2 sisi keadaan, yakni kadang diuji dengan kemiskinan, dan kadang kita diuji dengan kekayaan, maka syukurilah berapapun rezeki yang telah Allah berikan kepada kita. Kita patut bersyukur jika mengingat pemberian terbesar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu hidayah kepada Islam dan itu semua tidak bisa dibandingan dengan harta dunia.

Berbakti Kepada Orangtua

Simak kutipan audio :

Unduh Audio

Jadikan keberadaan orangtua kita itu sebagai jalan memperoleh surga dan jangan sampai kita menyesal karena belum membahagiakannya.

Jadilah anak yang berbakti kepada orangtua, bahagiakan orangtua kita dengan segenap kemampuan, bisa dengan harta kita, permbuatan kita atau apapun yang sang anak miliki, jangan sampai kita durhaka kepada orangtua apalagi sampai membuatnya meneteskan air mata atas perbuatannya anaknya, karena dosa durhaka kepada orangtua itu ancamannya disegerakan langsung di dunia sebelum di akhirat nanti. Maka marilah jadi anak yang sholeh yang selalu berbakti dan mendoakan kedua orangtuanya.